Bitcoin Goyang di Bawah $110 Ribu, Namun Sinyal Risiko Tetap Aman?

Grafik Bitcoin menampilkan harga jatuh di bawah $110.000, namun analisis sinyal risiko menunjukkan pasar bullish yang stabil.

Pekan lalu, para investor Bitcoin (BTC) menyaksikan penurunan pasar yang cukup signifikan, di mana harga anjlok lebih dari 5%. Kinerja negatif ini mendorong Bitcoin berada di bawah level $110.000, mendekati titik terendah yang sempat terlihat pada bulan Agustus. Penurunan harga ini tentu saja menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan analis, apakah ini sekadar koreksi pasar biasa ataukah awal dari tren bearish (penurunan) yang lebih panjang.

Namun, di tengah kekhawatiran tersebut, platform analisis X, Swissblock, telah membagikan wawasan pasar penting yang justru mendukung kestabilan pasar bullish (kenaikan) saat ini. Analisis ini memberikan perspektif yang berbeda dan berpotensi menenangkan gejolak di pasar kripto.

Sinyal 'Risk-Off' Menunjukkan Pasar Tetap Aman: Babak Akhir Bitcoin?

Dalam unggahan mereka di platform X pada tanggal 26 September, Swissblock menyajikan analisis on-chain vital yang mengindikasikan bahwa struktur bullish Bitcoin tetap utuh meskipun terjadi kerugian pasar baru-baru ini. Wawasan ini didasarkan pada sinyal "risk-off", yang menandakan bahwa Bitcoin belum memasuki rezim risiko tinggi. Masuknya Bitcoin ke rezim risiko tinggi akan secara instan mengonfirmasi perubahan tren pasar menjadi bearish. Fakta bahwa sinyal ini belum muncul adalah kabar baik bagi para investor.

Selama pasar masih berada dalam rezim risiko rendah, para analis Swissblock memperkirakan bahwa struktur bullish akan mulai pulih dan membentuk titik terendah harga (price bottom) segera setelah momentum pasar kembali melonjak. Pemulihan ini kemungkinan besar akan dimulai ketika Bitcoin mencapai level dukungan langsungnya di angka $108.000.

Dalam skenario ini, Swissblock memprediksi bahwa kenaikan berikutnya akan sangat didorong oleh permintaan institusional. Meskipun kinerja harga Bitcoin di bulan September lebih baik dari perkiraan, aliran masuk ETF (Exchange Traded Fund) mengalami penurunan pada paruh kedua bulan tersebut. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan akan minat institusional pasar yang baru dan lebih besar untuk mendorong harga ke atas.

Kebutuhan akan peningkatan permintaan institusional semakin kuat, mengingat para pemegang Bitcoin jangka panjang terus mengurangi kepemilikan mereka secara signifikan. Swissblock menggambarkan aktivitas ini sebagai "perilaku akhir siklus klasik", yang biasanya menunjukkan akhir dari sebuah siklus pasar. Namun, absennya sinyal risiko tinggi saat ini meniadakan indikator tersebut dan justru menghadirkan peluang bagi institusi untuk masuk dan menyerap pasokan yang meningkat di pasar.

Potensi Lonjakan Harga Bitcoin di Kuartal Keempat?

Selain analisis dari Swissblock, analis kripto terkemuka, Lark Davis, juga turut memberikan pandangannya. Ia menyatakan bahwa kinerja negatif Bitcoin di bulan September adalah pola pasar klasik yang biasanya menghasilkan lonjakan harga bullish di kuartal keempat (Q4). Sebagai contoh, mata uang kripto utama ini sempat menurun 8% pada September 2023, yang kemudian diikuti oleh kenaikan harga sebesar 77% di Q4. Demikian pula, harga turun 18% pada September 2024, sebelum melonjak 101% dalam tiga bulan berikutnya.

Selama delapan hari terakhir, Davis mencatat bahwa Bitcoin telah turun sekitar 8%, menyiapkan apa yang tampaknya menjadi "rektember" (September yang penuh kerugian) yang khas. Oleh karena itu, investor mungkin mulai mengambil posisi untuk lonjakan harga signifikan lainnya. Pada saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $109.401, dengan sedikit kenaikan 0,11% dalam satu hari terakhir. Sementara itu, volume perdagangan harian turun 19,16% dan bernilai $60,52 miliar. Meskipun ada penurunan, sinyal risk-off dari Swissblock dan pola historis yang diungkap Lark Davis memberikan harapan akan potensi pemulihan dan kenaikan harga di kuartal akhir tahun.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org