Harga Bitcoin Goyah: Akankah Terjun Lebih Dalam atau Bangkit Kembali?
Harga Bitcoin kembali menunjukkan volatilitas setelah bergerak di bawah level $113.800. Mata uang kripto terkemuka ini kini tengah mengonsolidasikan kerugiannya, dan ada kemungkinan harga akan kembali menurun untuk menguji zona dukungan kritis di $110.500. Kondisi ini menarik perhatian banyak investor dan analis, memicu pertanyaan mengenai arah pergerakan Bitcoin selanjutnya di pasar yang bergejolak.
Analisis Penurunan Harga Bitcoin
Bitcoin memulai tren penurunan baru setelah gagal bertahan di atas zona $113.500. Penurunan ini semakin diperparah setelah harga bergerak di bawah $113.000, menyeretnya lebih dalam ke zona bearish. Tekanan jual yang kuat membuat harga Bitcoin meluncur cepat, melewati level $112.500. Titik terendah sementara tercatat pada $111.111, sebelum harga mulai menunjukkan upaya konsolidasi.
Meskipun sempat ada pergerakan minor di atas level Fibonacci retracement 23,6% dari penurunan terbaru—yang terbentang dari titik tertinggi $117.920 hingga titik terendah $111.111—harga Bitcoin masih diperdagangkan di bawah $113.500 dan Simple Moving Average (SMA) 100 jam. Hal ini mengindikasikan bahwa tren jangka pendek masih didominasi oleh sentimen negatif. Selain itu, sebuah garis tren bearish yang signifikan terbentuk dengan resistensi pada $114.000 pada grafik per jam pasangan BTC/USD.
Level Resistensi Krusial yang Harus Ditembus
Bagi Bitcoin untuk memulai pemulihan yang berarti, ada beberapa level resistensi yang harus berhasil ditembus. Resistensi terdekat berada di sekitar $113.500. Namun, resistensi kunci pertama yang lebih signifikan terletak di dekat level $114.000, yang bertepatan dengan garis tren bearish yang disebutkan sebelumnya. Jika harga berhasil menembus zona $114.000 ini, potensi kenaikan lebih lanjut akan terbuka.
Resistensi berikutnya yang perlu diperhatikan adalah $114.500, yang juga merupakan level Fibonacci retracement 50% dari penurunan yang terjadi dari puncak $117.920 ke $111.111. Apabila Bitcoin mampu menutup perdagangan di atas $114.500, harganya bisa terus naik dan menguji resistensi $115.500. Kenaikan lebih lanjut berpotensi membawa harga menuju $116.500, dengan rintangan terakhir bagi para bull berada di sekitar $117.250.
Potensi Penurunan Lebih Lanjut
Namun, jika Bitcoin gagal menembus zona resistensi $114.000, kemungkinan besar akan terjadi penurunan baru. Dukungan terdekat berada di level $112.000, yang menjadi benteng pertama bagi para bull. Dukungan utama berikutnya yang sangat penting adalah di sekitar $111.250.
Apabila dukungan tersebut gagal menahan tekanan jual, target penurunan selanjutnya akan mengarah ke zona $110.500. Kehilangan level ini bisa mendorong harga Bitcoin lebih rendah lagi menuju dukungan $108.800 dalam waktu dekat. Dukungan utama yang menjadi garis pertahanan terakhir berada di $107.500. Jika level ini ditembus, momentum bearish akan semakin kuat, membuka jalan bagi penurunan yang lebih signifikan.
Indikator Teknis
- Hourly MACD: Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) per jam saat ini menunjukkan momentum yang meningkat di zona bearish, mengindikasikan tekanan jual yang berkelanjutan.
- Hourly RSI: Relative Strength Index (RSI) per jam untuk pasangan BTC/USD berada di bawah level 50. Kondisi ini sering kali diinterpretasikan sebagai sinyal bahwa aset tersebut berada di bawah tekanan atau sedang berada dalam tren menurun.
Dalam kondisi pasar saat ini, investor perlu memantau level-level kunci ini dengan cermat. Pergerakan Bitcoin dalam beberapa waktu ke depan akan sangat bergantung pada apakah ia dapat menemukan dukungan kuat untuk membalikkan tren, atau justru menyerah pada tekanan jual yang ada.