Prediksi Reli Shiba Inu: Efek “Uptober” dan Penurunan Cadangan Bursa

Grafik on-chain yang menunjukkan penurunan signifikan cadangan Shiba Inu di bursa, mengindikasikan tekanan jual yang berkurang dan potensi akumulasi.

Dunia kripto kembali diramaikan dengan sorotan pada Shiba Inu (SHIB) seiring dimulainya bulan Oktober. Mata uang digital berbasis meme ini berhasil diperdagangkan di atas level $0.000012, sebuah pencapaian signifikan setelah berminggu-minggu bergerak stagnan di bawah ambang batas harga tersebut. Fenomena ini, meskipun tampak biasa, sejatinya menyimpan potensi besar yang didukung oleh data on-chain. Para analis pasar kripto, dengan cermat mengamati perubahan metrik yang mereka yakini akan segera mengarah pada sebuah 'breakout' harga yang substansial.

Zayn, seorang analis kripto terkemuka, membagikan data on-chain terbaru mengenai penyimpanan Shiba Inu melalui platform media sosial X. Analisisnya secara eksplisit menunjukkan bahwa SHIB mungkin sedang mempersiapkan diri untuk apa yang para trader juluki sebagai 'Uptober', sebuah istilah yang mengacu pada kecenderungan pasar kripto untuk mengalami kenaikan harga yang positif di bulan Oktober. Prediksi ini bukan tanpa dasar, melainkan didukung oleh indikator-indikator teknikal dan fundamental yang kuat.

Cadangan Bursa Shiba Inu Menurun Drastis Sejak 2023

Salah satu data yang paling menarik perhatian berasal dari platform analitik on-chain terkemuka, CryptoQuant. Menurut data yang mereka sajikan, cadangan Shiba Inu di bursa-bursa kripto kini telah anjlok hingga menyentuh angka 84,55 triliun token. Dengan harga SHIB saat ini, jumlah tersebut setara dengan sekitar $998 juta. Angka ini bukanlah sekadar statistik biasa; ini adalah level terendah cadangan SHIB di bursa sejak awal tahun 2023, tepat sebelum pasar kripto mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dari fase bear market yang panjang.

Fenomena ini sangat penting untuk dicermati. Data CryptoQuant lebih lanjut menunjukkan bahwa cadangan Shiba Inu di bursa telah terkunci dalam tren penurunan yang konsisten sepanjang sebagian besar tahun 2025. Terjadi outflow besar-besaran yang secara stabil menguras token dari dompet bursa. Ini mengindikasikan bahwa semakin banyak investor yang memilih untuk memindahkan SHIB mereka keluar dari bursa, entah itu untuk disimpan secara pribadi (self-custody) atau untuk tujuan staking, yang berarti mengunci token untuk mendapatkan imbalan.

Tren penurunan ini sempat berbalik arah sebentar pada bulan September ketika harga SHIB mencoba menembus di atas $0.0000146, namun upaya tersebut ditolak oleh pasar. Penolakan ini memicu lonjakan sementara dalam cadangan bursa, kemungkinan besar karena investor jangka pendek memindahkan kepemilikan mereka kembali ke bursa untuk menjual saat reli singkat tersebut. Namun, setelah periode singkat itu, data CryptoQuant kembali menunjukkan bahwa cadangan bursa melanjutkan tren penurunannya dalam beberapa hari terakhir. Hal ini semakin memperkuat argumen bahwa sejumlah besar token secara berkelanjutan meninggalkan bursa.

Mengapa Penurunan Cadangan Bursa Penting bagi Prospek Harga SHIB?

Penurunan cadangan Shiba Inu di bursa memiliki implikasi yang signifikan karena secara langsung memengaruhi keseimbangan antara penawaran dan permintaan di pasar. Memahami dinamika ini adalah kunci untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan.

Dampak pada Tekanan Jual

Ketika pasokan token di bursa menyusut, secara otomatis akan mengurangi tekanan jual. Logikanya sederhana: semakin sedikit SHIB yang tersedia di bursa, semakin sedikit pula jumlah pemegang token yang berada dalam posisi untuk menjual aset mereka dengan cepat. Ini menciptakan skenario di mana penjual menjadi lebih sedikit, dan ini seringkali menjadi prasyarat untuk kenaikan harga. Dengan pasokan yang lebih terbatas di pasar terbuka, setiap permintaan kecil pun dapat memiliki dampak yang lebih besar pada harga.

Sinyal Akumulasi Kuat

Selain mengurangi tekanan jual, sejarah pasar kripto telah berulang kali menunjukkan bahwa penurunan signifikan dalam cadangan bursa seringkali mendahului fase akumulasi yang kuat. Akumulasi adalah periode di mana investor besar atau 'whale' secara bertahap membeli dan menimbun sejumlah besar token, menariknya keluar dari peredaran di bursa. Gelombang akumulasi semacam ini telah bertindak sebagai fondasi yang kokoh untuk reli harga di masa lalu. Oleh karena itu, tren saat ini memberikan alasan kuat untuk percaya bahwa SHIB sedang membangun dasar yang kuat untuk potensi 'breakout' harga yang berarti. Investor cerdas akan melihat ini sebagai sinyal untuk mempertimbangkan posisi mereka.

Tren Harga dan Prospek "Uptober" Shiba Inu

Zayn juga mengamati bahwa SHIB saat ini diperdagangkan tepat di bawah garis tren resistensi menurun (descending resistance trendline) yang dicirikan oleh titik tertinggi yang lebih rendah (lower highs) dan titik terendah yang lebih tinggi (higher lows) sejak Mei 2025. Prospek bullish yang paling diharapkan saat ini adalah penembusan yang sukses di atas resistensi dari titik terendah yang lebih tinggi ini. Jika SHIB berhasil menembus level ini, itu bisa menjadi katalisator untuk pergerakan harga naik yang signifikan.

Rekam jejak SHIB di bulan Oktober juga memberikan lapisan kepercayaan tambahan terhadap prospek harganya. Sejak diluncurkan, Shiba Inu tidak pernah mencatat bulan Oktober yang "merah" atau merugi. Bahkan selama pasar bear yang brutal pada tahun 2022, SHIB berhasil menutup bulan tersebut dengan keuntungan. Kinerja yang konsisten ini, dikombinasikan dengan penipisan cadangan Shiba Inu di bursa saat ini, adalah alasan utama mengapa para analis semakin yakin bahwa SHIB bisa berada di ambang reli yang signifikan.

Jika tren historis ini terulang, Oktober 2025 mungkin akan menambah babak baru dalam sejarah reli "Uptober" Shiba Inu yang terkenal. Pada saat artikel ini ditulis, Shiba Inu diperdagangkan pada $0.00001261, menunjukkan kenaikan sebesar 2,4% dalam 24 jam terakhir. Perkembangan ini akan terus dipantau dengan ketat oleh komunitas kripto dan investor.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org