Strategi Tether: Ekspansi Stablecoin USAT di Pasar AS Bersama Rumble
Tether, entitas di balik stablecoin terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan, USDT, kini telah membuka tabir rencana strategisnya untuk memperluas jangkauan di pasar Amerika Serikat. Lanskap pasar ini telah mengalami evolusi signifikan, khususnya dengan diberlakukannya GENIUS Act di bawah pemerintahan Trump. Regulasi baru ini, yang membentuk kerangka kerja untuk stablecoin dan perusahaan kripto yang menerbitkan mata uang digital yang dipatok dolar, memberikan peluang besar bagi Tether untuk mengkapitalisasi perubahan ini.
Langkah Taktis Tether di Tengah Regulasi Baru
Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Paolo Ardoino, CEO Tether, menegaskan kembali rencana perusahaannya untuk meluncurkan token baru, USAT. Token ini didesain khusus agar patuh terhadap regulasi yang berlaku di Amerika Serikat, menandakan komitmen Tether untuk beroperasi dalam koridor hukum. Inti dari strategi ekspansi Tether adalah kemitraan strategisnya dengan Rumble, sebuah platform video yang sedang berkembang pesat dan memiliki basis pengguna yang substansial.
Kemitraan Strategis dengan Rumble: Gerbang ke Pengguna AS
Tether memegang saham sebesar 48% di Rumble, menyusul investasi signifikan senilai $775 juta yang dilakukan pada tahun 2024. Ardoino menyoroti pentingnya 51 juta pengguna aktif bulanan Rumble, menyatakan, "Itu sudah merupakan jumlah pengguna yang sangat besar jika dibandingkan dengan apa yang dimiliki pesaing saat ini di Amerika Serikat." Angka ini menunjukkan potensi besar Rumble sebagai jembatan bagi Tether untuk menjangkau audiens AS yang luas.
Pasar stablecoin AS saat ini dihuni oleh pemain-pemain besar seperti Circle (CRCL), penerbit USD Coin (USDC) yang merupakan stablecoin terbesar kedua, serta sejumlah pendatang baru. Administrasi Trump telah menempatkan prioritas pada pertumbuhan stablecoin yang diterbitkan secara privat, terutama melalui GENIUS Act, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi para penerbit. Tether, yang di masa lalu pernah menghadapi pengawasan ketat, termasuk denda $41 juta karena dugaan kesalahan representasi cadangannya, kini telah melakukan upaya serius untuk kembali menancapkan kukunya di pasar AS dengan transparansi dan kepatuhan yang lebih baik.
Visi Jangka Panjang: Valuasi $500 Miliar dan Inovasi AI
Dengan keuntungan sebesar $4,9 miliar yang tercatat pada kuartal kedua tahun ini, Tether secara strategis telah menginvestasikan cadangannya dalam aset-aset likuid seperti obligasi pemerintah AS (US Treasuries), menghasilkan pendapatan bunga yang signifikan. Usaha terbaru perusahaan juga meluas ke berbagai industri lain, meliputi kecerdasan buatan (AI), energi, dan komoditas. Ardoino menjelaskan bahwa dompet kripto yang akan datang dari Rumble akan memainkan peran krusial, tidak hanya untuk USAT, tetapi juga untuk produk emas yang diterbitkan oleh Tether dalam bentuk token.
Membangun Ekosistem Kripto Terdesentralisasi
CEO Rumble, Chris Pavlovski, sependapat dengan Ardoino, menyatakan bahwa kemitraan ini mewujudkan prinsip-prinsip kebebasan berbicara dan keuangan terdesentralisasi (DeFi). "Rumble mewakili kebebasan berbicara, sama seperti mata uang kripto Tether dan internet terdesentralisasi mewakili kebebasan sejati," katanya, menyoroti visi bersama yang menyatukan kedua perusahaan. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga ideologis, berakar pada nilai-nilai kebebasan dan desentralisasi yang menjadi fondasi dunia kripto.
Ambizisi Valuasi dan Dampak Global
Lebih lanjut, Tether juga berupaya mengumpulkan dana hingga $20 miliar untuk 3% saham, yang secara potensial dapat menempatkan valuasi perusahaan di sekitar $500 miliar. Ardoino menggambarkan valuasi ini sebagai "murah", meskipun ia tidak memberikan rincian perhitungan. Jika upaya penggalangan dana ini berhasil, Tether berencana untuk mengalokasikan sebagian hasilnya untuk mengembangkan platform kecerdasan buatan yang dirancang untuk beroperasi pada ponsel pintar berbiaya rendah di pasar negara berkembang, khususnya di Afrika dan Amerika Selatan. CEO Tether juga menyebutkan rencana pembuatan aplikasi terjemahan bahasa berbasis kecerdasan buatan yang dapat berfungsi secara offline sebagai bagian dari inisiatif ini. Langkah-langkah ini menunjukkan ambisi Tether yang melampaui dominasi stablecoin, menuju peran yang lebih luas dalam inovasi teknologi global.
Secara keseluruhan, strategi Tether untuk pasar AS melalui USAT dan kemitraan dengan Rumble merupakan langkah berani yang berpotensi mengubah lanskap stablecoin. Dengan fokus pada kepatuhan regulasi, inovasi teknologi, dan ekspansi pasar yang cerdas, Tether tidak hanya berusaha untuk kembali mendominasi, tetapi juga untuk membentuk masa depan keuangan digital secara global.