Analisis Santiment: XRP dan Ethereum Terdiskon Pasca-Koreksi Pasar

Grafik on-chain Santiment menunjukkan rasio MVRV XRP dan Ethereum yang negatif, menandakan mereka undervalued setelah koreksi pasar.

Key Points

  • Santiment, platform intelijen on-chain, mengidentifikasi XRP dan Ethereum sebagai aset kripto yang undervalued berdasarkan rasio MVRV 30 hari.
  • Penurunan harga baru-baru ini menempatkan banyak pemegang XRP dan Ethereum dalam "kondisi sulit" atau kerugian, menciptakan potensi peluang pembelian.
  • Rasio MVRV negatif mengindikasikan bahwa pembeli dalam sebulan terakhir rata-rata mengalami kerugian, seringkali menjadi indikator historis untuk pembalikan harga.
  • Terlepas dari tekanan jual dari outflow ETF Ethereum, pembaruan jaringan seperti Glamsterdam dan Hegota diharapkan dapat meningkatkan daya tarik institusional.
  • Klarifikasi regulasi untuk XRP pasca-kasus hukum, integrasi RLUSD, dan arus masuk ETF menunjukkan kepercayaan institusional yang tumbuh.

Dinamika Pasar Kripto: Santiment Menilai XRP dan Ethereum di Zona Undervalued

Pasar aset kripto, yang dikenal dengan volatilitasnya yang tinggi, seringkali menuntut ketahanan mental yang kuat dari para investornya. Beberapa minggu terakhir telah menjadi periode yang penuh tantangan, khususnya bagi Ethereum (ETH), XRP, dan banyak altcoin terkemuka lainnya. Penurunan harga yang signifikan ini tidak terlepas dari perjuangan Bitcoin untuk mendapatkan kembali momentumnya, menciptakan efek riak di seluruh ekosistem kripto.

Sebagai contoh, Ethereum telah mengalami penurunan drastis dari puncaknya yang mendekati $3.500 pada Desember 2025. Demikian pula, XRP, meskipun didukung oleh komunitas yang optimis, juga meluncur di bawah $2 dan belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang berarti, mengikuti tren aset kripto populer lainnya seperti Solana dan Cardano.

Memahami Rasio MVRV: Indikator Kesehatan Aset Kripto

Di tengah kondisi pasar yang penuh gejolak ini, data on-chain menawarkan perspektif yang berbeda. Santiment, sebuah platform intelijen on-chain terkemuka, baru-baru ini menyoroti bahwa XRP dan Ethereum berada dalam zona "undervalued" berdasarkan rasio Nilai Pasar terhadap Nilai Terealisasi (Market Value to Realized Value atau MVRV). Bagi investor pemula, rasio MVRV adalah metrik penting yang mengukur "kesehatan" suatu aset. Konsepnya sederhana: MVRV membandingkan harga pasar suatu aset saat ini dengan harga rata-rata saat semua koin tersebut terakhir kali bergerak atau dibeli.

Ketika rasio MVRV tinggi, ini menunjukkan bahwa sebagian besar pemegang aset sedang dalam posisi keuntungan. Sebaliknya, rasio yang rendah atau negatif mengindikasikan bahwa banyak pemegang aset mengalami kerugian. Secara umum, para analis menggunakan metrik ini untuk menentukan apakah pasar sedang "terlalu panas" atau overvalued (pemegang dalam keuntungan besar dan berpotensi untuk menjual) atau jika pemegang berada dalam "kerugian maksimal" atau undervalued (pemegang mengalami kerugian, dan potensi pembalikan harga menjadi lebih tinggi karena tekanan jual yang berkurang). MVRV 30 hari, yang menjadi fokus Santiment, secara khusus menganalisis aktivitas pembeli dalam sebulan terakhir. Jika angka ini menjadi negatif, berarti pembeli baru-baru ini rata-rata mengalami kerugian. Santiment mengklasifikasikan zona ini sebagai "undervalued" karena tekanan jual cenderung mereda, dan sedikit orang yang terburu-buru untuk mengambil keuntungan.

XRP dan Ethereum: Pemegang di Titik "Kerugian Maksimal"

Berdasarkan temuan Santiment, harga ETH dan XRP saat ini diperdagangkan di bawah harga masuk rata-rata para pemegangnya, yang berarti mereka berada dalam "tekanan" atau kerugian. Ketika Santiment membagikan analisisnya, MVRV 30 hari Ethereum berada di sekitar -8%, sementara XRP berada di -6%. Angka negatif ini menunjukkan bahwa para pembeli aset-aset ini dalam 30 hari terakhir rata-rata mengalami kerugian, sebuah kondisi yang seringkali menjadi sinyal pembalikan tren bagi investor jangka panjang yang mencari titik masuk yang menguntungkan.

Menariknya, metrik MVRV yang sama untuk Bitcoin menunjukkan angka yang sedikit positif. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun Bitcoin selalu menjadi pusat perhatian, para pembeli yang mengakumulasi Bitcoin dalam 30 hari terakhir setidaknya berada pada titik impas atau bahkan sedikit untung. Di sisi lain, mereka yang membeli ETH atau XRP pada periode yang sama merasakan tekanan kerugian, yang berpotensi memicu penjualan panik atau kapitulasi, dan ini dapat menambah tekanan lebih lanjut pada harga.

Prospek Pemulihan: Sinyal Positif untuk XRP dan Ethereum?

Meskipun situasinya menantang, ada beberapa kabar baik. MVRV 30 hari Bitcoin yang positif memberikan stabilitas tertentu bagi pasar kripto secara keseluruhan. Jika Bitcoin juga berada di wilayah negatif, setiap aksi jual akan berisiko menyeret seluruh pasar, termasuk ETH dan XRP, memengaruhi sentimen investor dan bahkan memicu penebusan dari ETF Ethereum dan XRP spot.

Pembaruan Jaringan Ethereum dan Daya Tarik Institusional

Harga Ethereum memang mengalami penurunan dalam beberapa minggu terakhir, sebagian besar dipicu oleh arus keluar yang signifikan dari ETF spot Ethereum. Data menunjukkan lebih dari $611 juta saham ETF spot Ethereum telah ditebus, memberikan tekanan negatif pada harga. Namun, masa depan Ethereum terlihat cerah dengan adanya pembaruan jaringan yang ambisius.

Pembaruan Glamsterdam yang dijadwalkan pada paruh pertama tahun 2026, bersama dengan pembaruan Hegota yang akan diimplementasikan pada akhir tahun, diharapkan dapat menarik investasi institusional. Kedua pembaruan ini bertujuan untuk membuat jaringan Ethereum lebih ringan, lebih berkinerja tinggi, dan lebih andal, memungkinkan institusi untuk menjalankan node dengan aman dan efisien. Peningkatan skalabilitas dan keamanan ini adalah kunci untuk menarik lebih banyak partisipasi institusional dan dapat menjadi katalisator bagi apresiasi harga ETH di masa depan.

Klarifikasi Regulasi dan Peran XRP dalam Keuangan Tradisional

Sementara ETH mengalami koreksi, penurunan harga XRP bahkan lebih tajam. Penurunan di bawah $3 dan kemudian $2 sebagian besar disebabkan oleh sentimen makroekonomi yang lebih luas, seperti ancaman tarif baru ke beberapa negara Eropa, ditambah dengan pelemahan Bitcoin. Namun, ada kepercayaan yang kuat bahwa XRP dapat membalikkan keadaan.

Dengan penyelesaian penuh kasus hukum yang telah lama membelenggu XRP, "risiko regulasi" yang menekan aset ini selama bertahun-tahun kini telah hilang. Kejelasan regulasi ini telah membuka kembali pintu bagi bank-bank yang berbasis di AS dan dana yang teregulasi untuk menggunakan XRP dalam penyelesaian transaksi lintas batas tanpa rasa takut akan implikasi hukum. Integrasi RLUSD (Real-time Liquidity USD) ke dalam XRP Ledger adalah "jembatan" yang sangat dibutuhkan untuk keuangan tradisional (TradFi). Sementara RLUSD menyediakan stabilitas, XRP tetap menjadi "gas" atau token utilitas yang menggerakkan transaksi berkecepatan tinggi ini. Semakin banyak RLUSD diadopsi oleh institusi, semakin banyak "gas" yang dibutuhkan untuk konfirmasi transaksi. RLUSD sendiri telah menjadi salah satu stablecoin terbesar, dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,4 miliar.

Institusi juga semakin tertarik pada XRP. Data menunjukkan arus masuk yang stabil ke ETF XRP spot sejak November 2025 hingga minggu lalu, mengindikasikan bahwa investor besar mungkin sedang "mengakumulasi" XRP sebagai aset struktural dalam portofolio mereka. Ini adalah sinyal kuat dari kepercayaan institusional terhadap potensi jangka panjang XRP, didorong oleh fundamental yang kuat dan kejelasan regulasi.

Kesimpulan: Peluang di Tengah Ketidakpastian

Analisis Santiment yang menempatkan XRP dan Ethereum di zona undervalued pasca-koreksi pasar menawarkan perspektif penting bagi investor. Meskipun periode penurunan harga selalu terasa sulit, metrik MVRV menunjukkan bahwa saat ini mungkin adalah waktu yang tepat untuk mempertimbangkan akumulasi bagi mereka yang memiliki visi jangka panjang.

Dengan pembaruan jaringan Ethereum yang menjanjikan peningkatan skalabilitas dan daya tarik institusional, serta XRP yang mendapatkan kembali pijakan regulasi dan integrasi yang lebih dalam dengan keuangan tradisional, kedua aset ini memiliki potensi untuk pemulihan yang signifikan. Pasar kripto adalah arena yang dinamis, dan kemampuan untuk mengidentifikasi aset yang undervalued berdasarkan data on-chain seperti MVRV dapat menjadi kunci untuk meraih keuntungan di masa depan.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org