Dominasi Bitcoin Turun, Ethereum Melonjak: Prediksi Pasar Kripto 2026

Grafik pasar kripto menunjukkan dominasi Bitcoin di bawah 60% dengan lonjakan harga Ethereum, mengindikasikan pergeseran investasi.

Di tengah pergerakan pasar keuangan global yang dinamis, pasar kripto kembali mengejutkan banyak pihak dengan menunjukkan vitalitas yang luar biasa di awal tahun 2026. Setelah periode sentimen bearish yang cukup panjang menjelang Januari, Bitcoin (BTC) secara tak terduga berhasil mendorong harganya mendekati $90.000. Fenomena yang lebih menarik lagi adalah kinerja superior altcoin seperti Ethereum (ETH) dan XRP, yang bersamaan dengan penurunan dominasi Bitcoin di bawah angka 60%. Pergeseran ini, yang sering kali menjadi indikator penting dalam siklus pasar kripto, mengisyaratkan adanya rotasi modal yang signifikan dan potensi "musim altcoin" yang telah lama dinantikan oleh para investor di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengenai faktor-faktor di balik kebangkitan pasar kripto ini, mulai dari pergeseran dominasi Bitcoin, aktivitas investasi para "whale" di Ethereum, hingga sinyal makroekonomi yang turut memengaruhi. Kami akan menganalisis bagaimana indikator-indikator ini dapat membentuk lanskap investasi kripto ke depan, serta implikasinya bagi para pelaku pasar di tanah air.

Key Points:

  • Dominasi Bitcoin (BTC) telah merosot di bawah 60%, mengindikasikan dimulainya rotasi modal yang signifikan menuju altcoin.
  • Pasar kripto menunjukkan momentum bullish yang tak terduga di awal tahun 2026, dengan Bitcoin mendekati $90.000 dan altcoin seperti Ethereum (ETH) dan XRP berkinerja superior.
  • Seorang investor besar, atau "whale", telah membuka posisi long Ethereum senilai lebih dari $600 juta, menandakan keyakinan tinggi terhadap kenaikan harga ETH.
  • Injeksi likuiditas oleh Federal Reserve melalui operasi repo berkontribusi pada dukungan aset berisiko, termasuk pasar kripto.
  • Sentimen pasar telah bergeser dari "Ketakutan" menjadi lebih netral, mencerminkan optimisme yang tumbuh di kalangan investor.
  • Ethereum diposisikan untuk memimpin potensi "musim altcoin" seiring dengan terus menurunnya dominasi Bitcoin.

Pergeseran Dominasi Bitcoin dan Stabilitas Harga

Dominasi Bitcoin, yang merupakan metrik penting untuk mengukur pangsa pasar Bitcoin dibandingkan total kapitalisasi pasar kripto, saat ini berada di sekitar 59%. Angka ini menandakan dimulainya fase rotasi modal yang intens. Secara historis, penurunan dominasi Bitcoin di bawah ambang batas tertentu, terutama saat harga Bitcoin sendiri tetap stabil atau bahkan naik, seringkali menjadi prekursor bagi lonjakan harga altcoin. Fenomena ini diibaratkan seperti "popcorn bermunculan", di mana modal mulai bergerak dari Bitcoin yang telah mapan ke berbagai altcoin dengan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi.

Meskipun dominasinya menurun, Bitcoin menunjukkan ketahanan harga yang luar biasa, berhasil bertahan di atas level-level penting dan terus bergerak menuju $90.000. Salah satu faktor yang diamati adalah adanya celah CME (Chicago Mercantile Exchange) di atas level resistensi saat ini, yang secara historis cenderung terisi. Ini menunjukkan bahwa ada tekanan pembelian yang mendasari dan keyakinan investor yang kuat terhadap nilai Bitcoin jangka panjang.

Perbandingan kinerja Bitcoin dengan aset tradisional juga menyoroti narasi rotasi ini. Dalam basis mingguan, Bitcoin berhasil mencatat kenaikan sekitar 2,5%, sementara emas, yang sering dianggap sebagai safe haven, justru mengalami penurunan lebih dari 4% setelah mencapai puncaknya di dekat $4.550. Divergensi ini merupakan contoh sempurna bagaimana sebagian modal beralih dari aset lindung nilai tradisional ke aset digital yang lebih berisiko namun berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi. Fenomena ini relevan bagi investor di Indonesia yang semakin melirik alternatif aset di luar pasar konvensional.

Kondisi likuiditas global juga berperan penting dalam mendukung kenaikan aset berisiko. Federal Reserve Amerika Serikat baru-baru ini menyuntikkan hampir $19,5 miliar melalui operasi repo semalam, salah satu langkah terbesar sejak era COVID-19. Meskipun injeksi likuiditas ini mungkin tidak selalu menjadi berita utama, dampaknya terhadap pasar keuangan sangat signifikan. Dengan meningkatkan ketersediaan uang di sistem perbankan, langkah-langkah seperti ini secara tidak langsung mendukung aset berisiko seperti kripto, memberikan landasan bagi kenaikan harga yang kita lihat pada Bitcoin dan altcoin lainnya.

Kebangkitan Ethereum dan Taruhan Besar Para Whale

Dalam narasi pergeseran pasar ini, Ethereum (ETH) berhasil menarik perhatian utama. Seorang investor besar, yang di komunitas kripto sering disebut sebagai "whale" dan dikenal memiliki rekam jejak yang baik, telah membuka posisi long senilai lebih dari $600 juta di ETH. Skala taruhan ini jauh melampaui eksposur gabungan mereka pada Bitcoin dan Solana, memicu spekulasi dan mengangkat banyak alis di kalangan pengamat pasar. Penempatan taruhan yang sangat besar ini pada waktu yang "sempurna" mengisyaratkan ekspektasi kuat terhadap potensi kenaikan harga Ethereum yang lebih lanjut.

Dengan lebih dari 203.000 ETH yang dipertaruhkan, langkah ini bukan hanya sekadar spekulasi kecil; ini adalah ekspresi keyakinan yang mendalam terhadap prospek jangka pendek hingga menengah Ethereum. Bagi investor di Indonesia, aktivitas whale semacam ini sering menjadi indikator awal pergerakan pasar yang signifikan, mendorong mereka untuk mengamati pergerakan harga dan fundamental Ethereum lebih dekat.

Harga Ethereum berhasil bertahan di atas level $3.100, didukung oleh volume perdagangan yang kuat dan volatilitas yang sehat. ETH tampaknya memimpin fase transisi ini, menjadi aset pertama yang mendapatkan keuntungan dari pergeseran modal saat dominasi Bitcoin berangsur-angsur turun. Tidak hanya Ethereum, altcoin lain seperti XRP juga menunjukkan kenaikan yang solid, menambah optimisme bahwa pasar altcoin secara keseluruhan kembali menunjukkan tanda-tanda kehidupan yang kuat. Ini adalah sinyal yang dinantikan banyak investor di Indonesia yang ingin mendiversifikasi portofolio kripto mereka di luar Bitcoin.

Aktivitas on-chain Ethereum juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan transaksi dan penggunaan jaringan yang mencapai titik tertinggi. Hal ini menggarisbawahi fundamental kuat Ethereum sebagai platform blockchain yang terus berkembang, bukan hanya sebagai aset spekulatif. Kombinasi antara fundamental yang solid, dukungan whale yang masif, dan sentimen pasar yang membaik menciptakan lingkungan yang sangat kondusif bagi pertumbuhan harga ETH.

Sinyal Makro dan Proyeksi Pasar Kripto Indonesia

Selain dinamika internal pasar kripto, sinyal makroekonomi global juga perlu diperhatikan karena dapat memberikan konteks yang lebih luas. Pergerakan pasar saham, misalnya, menunjukkan pola yang menarik. Meskipun ada optimisme kebijakan di Amerika Serikat, pasar saham Inggris dilaporkan mengungguli pasar AS. Meskipun artikel asli menyinggung Donald Trump, relevansinya bagi pasar kripto adalah bagaimana kebijakan ekonomi dan politik global dapat menciptakan ketidakpastian di pasar tradisional, yang pada gilirannya dapat mendorong investor mencari alternatif di aset digital.

Pasar kripto, dengan karakteristiknya yang unik, seringkali bergerak dengan ritmenya sendiri, terkadang terlepas dari pasar finansial tradisional. Namun, injeksi likuiditas oleh bank sentral dan pergeseran sentimen investor secara global tetap memiliki dampak. Bagi Indonesia, di mana minat terhadap investasi kripto terus meningkat, pemahaman tentang sinyal makro ini menjadi krusial. Pergeseran modal dari aset tradisional ke aset digital global dapat tercermin dalam peningkatan adopsi dan investasi kripto di dalam negeri.

Secara historis, dominasi Bitcoin yang berada di bawah 60% dianggap sebagai indikator bullish bagi altcoin. Jika dominasi ini terus menurun sementara harga Bitcoin dapat mempertahankan level-level pentingnya, maka potensi "musim altcoin" yang dipimpin oleh Ethereum semakin menguat. Ini berarti bahwa banyak altcoin lain juga berpotensi mengalami kenaikan harga yang signifikan. Ethereum, dengan fundamental yang kuat, ekosistem yang berkembang pesat, dan minat investor institusional, sangat mungkin menjadi lokomotif yang menarik gerbong altcoin lainnya.

Bagi investor di Indonesia, periode ini bisa menjadi kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai proyek altcoin yang menjanjikan, sambil tetap memperhatikan manajemen risiko. Penting untuk melakukan riset mendalam (DYOR - Do Your Own Research) dan memahami potensi serta risiko dari setiap aset kripto yang akan diinvestasikan. Pasar kripto selalu dinamis, dan meskipun ada sinyal bullish, volatilitas tetap menjadi bagian inheren dari ekosistem ini.

Sebagai kesimpulan, awal tahun 2026 ini membawa angin segar bagi pasar kripto. Penurunan dominasi Bitcoin, taruhan besar para "whale" pada Ethereum, dan dukungan dari likuiditas global menciptakan kombinasi yang kuat. Pasar telah menunjukkan ketahanannya dan potensi besar untuk pertumbuhan lebih lanjut, terutama di sektor altcoin. Dengan Ethereum yang mengambil peran utama dan altcoin lainnya menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, tahun ini bisa menjadi periode yang sangat menarik bagi para investor kripto di Indonesia dan di seluruh dunia. Tetaplah terinformasi dan lakukan investasi dengan bijak.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org