Grayscale Ajukan ETF NEAR: Revolusi Investasi Kripto di Indonesia?

Grafik harga dan volume perdagangan NEAR Protocol menunjukkan pergerakan pasar, menyoroti potensinya sebagai aset kripto besar berikutnya dengan produk ETF spot.

Langkah besar Grayscale, manajer aset senilai $35 miliar, untuk mengubah Grayscale NEAR Trust menjadi Exchange-Traded Fund (ETF) spot telah mengirimkan gelombang optimisme di pasar kripto. Meskipun pasar secara keseluruhan sedang menghadapi tantangan, pengajuan ini menandakan evolusi penting dalam cara aset digital diintegrasikan ke dalam sistem keuangan tradisional. Bagi investor di Indonesia, perkembangan ini dapat membuka babak baru dalam akses dan pengelolaan investasi kripto, menawarkan jalur yang lebih teratur dan familiar untuk berpartisipasi dalam dinamika aset digital.

Key Points:

  • Grayscale mengajukan konversi NEAR Trust menjadi ETF spot ke SEC, mirip dengan produk Bitcoin dan Ethereum.
  • ETF ini dirancang untuk menawarkan opsi staking dan melacak harga spot NEAR menggunakan kustodian terkemuka seperti Coinbase.
  • Pengajuan tersebut memicu kenaikan harga NEAR sebesar 3%, meskipun pasar kripto lebih luas sedang menurun.
  • Jika disetujui, Grayscale Near Trust ETF akan terdaftar di NYSE Arca dengan simbol GSNR, menawarkan akses yang lebih teratur bagi investor.
  • Perkembangan ini menempatkan NEAR sejajar dengan aset kripto besar lainnya yang memiliki produk ETF spot, membuka peluang baru bagi diversifikasi portofolio.

Transformasi Investasi Kripto dengan ETF Spot NEAR

Pengajuan Grayscale untuk ETF spot NEAR bukan sekadar berita biasa; ini adalah indikator kuat dari maturitas pasar aset digital dan keinginan institusi keuangan untuk menawarkan produk investasi yang lebih terstruktur. ETF spot, berbeda dengan ETF berjangka, secara langsung memegang aset dasarnya. Dalam konteks NEAR Protocol, ini berarti ETF akan membeli dan menyimpan token NEAR yang sebenarnya, memberikan investor eksposur langsung terhadap pergerakan harga spot tanpa perlu mengelola dompet digital atau berurusan langsung dengan bursa kripto yang mungkin terasa asing bagi sebagian orang.

Langkah ini juga sangat relevan bagi pasar seperti Indonesia, di mana minat terhadap aset kripto terus meningkat namun seringkali dihadapkan pada tantangan regulasi dan kompleksitas teknis. Dengan adanya produk ETF spot yang diatur, investor dapat mengakses pasar kripto melalui platform investasi tradisional yang sudah mereka kenal, seperti melalui bursa saham, alih-alih harus membuka akun di bursa kripto spesifik. Ini berpotensi memperluas basis investor secara signifikan, termasuk individu dan institusi yang sebelumnya ragu untuk masuk ke pasar kripto karena risiko operasional atau ketidakjelasan regulasi.

Detail Pengajuan dan Struktur ETF NEAR oleh Grayscale

Grayscale Investments, pada tanggal 20 Januari, secara resmi mengajukan pernyataan pendaftaran Form S-1 kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat. Pengajuan ini bertujuan untuk mengubah struktur produk NEAR Trust mereka yang sudah ada menjadi ETF spot. Proses ini akan melibatkan perubahan nama produk menjadi Grayscale Near Trust ETF dan rencananya akan terdaftar di NYSE Arca dengan simbol perdagangan GSNR. Saat ini, NEAR Trust diperdagangkan di pasar OTCQB, dan persetujuan ETF akan menandai migrasi signifikan ke bursa sekuritas nasional yang lebih besar dan teregulasi.

Struktur ETF yang diusulkan juga menarik karena mencakup opsi staking. Ini berarti, jika kondisi memungkinkan, ETF dapat melakukan staking token NEAR melalui penyedia pihak ketiga yang terverifikasi. Fitur ini memungkinkan ETF untuk tidak hanya melacak harga NEAR tetapi juga berpotensi menghasilkan imbal hasil tambahan dari aset yang dipegangnya, sebuah keuntungan yang sering dicari oleh investor kripto individu. Selain itu, Grayscale menyatakan akan mengungkapkan rincian biaya dan ketentuan terkait lainnya dalam pengajuan berikutnya, memberikan transparansi yang lebih besar kepada calon investor. Untuk menjamin operasional yang lancar, kerangka kerja operasional ETF akan didukung oleh perantara keuangan yang mapan, dengan CSC Delaware Trust Company bertindak sebagai wali, The Bank of New York Mellon sebagai administrator dan agen transfer, serta Continental Stock Transfer and Trust Company sebagai co-agen transfer.

Peran Lembaga Keuangan Terkemuka dalam Ekosistem ETF NEAR

Dalam upaya untuk memastikan stabilitas dan keamanan, Grayscale telah menunjuk Coinbase sebagai pialang utama (prime broker) untuk ETF ini, sementara Coinbase Custody Trust Company akan bertindak sebagai kustodian. Keterlibatan institusi terkemuka seperti Coinbase memberikan lapisan kepercayaan tambahan, mengingat reputasi mereka dalam hal keamanan aset digital dan kepatuhan regulasi. Pengaturan kustodi semacam ini merupakan praktik standar yang telah terlihat dalam berbagai produk investasi terkait kripto lainnya, menunjukkan komitmen terhadap standar industri yang tinggi.

ETF ini dirancang untuk secara akurat melacak harga spot NEAR Protocol menggunakan CoinDesk NEAR CCIXber Reference Rate. Indeks referensi ini, yang disediakan oleh CoinDesk, mengumpulkan data pasar untuk mencerminkan kondisi harga spot secara tepat, memastikan bahwa ETF memberikan eksposur pasar langsung dan tidak mengandalkan instrumen berbasis berjangka. Ini adalah poin penting yang membedakannya dari produk investasi kripto yang ada sebelumnya. Selain NEAR, Grayscale juga telah mendaftarkan kepercayaan di Delaware untuk potensi ETF BNB dan Hyperliquid, menunjukkan strategi yang lebih luas untuk memperluas jangkauan produk investasi aset digital mereka. Hal ini memperkuat tren di mana produk-produk yang fokus pada harga spot semakin banyak diajukan kepada regulator, menandakan pergeseran menuju penawaran investasi kripto yang lebih matang dan mudah diakses.

Reaksi Pasar dan Prospek Kripto NEAR di Tengah Dinamika Global

Pengumuman pengajuan ETF ini segera memicu reaksi positif di pasar. NEAR Protocol mengalami kenaikan harga jangka pendek, melonjak lebih dari 3% selama perdagangan intraday, dari $1.44 menjadi sedikit di atas $1.80. Kenaikan ini terjadi meskipun pasar kripto yang lebih luas sedang mengalami tren menurun, dengan NEAR sendiri telah kehilangan lebih dari 15% nilainya sejak awal tahun. Ini menunjukkan bagaimana berita institusional yang positif dapat bertindak sebagai katalis signifikan bagi pergerakan harga aset digital, menarik perhatian investor yang mencari peluang di tengah volatilitas.

Namun, seperti yang sering terjadi di pasar kripto, harga kemudian mendingin, dan NEAR diperdagangkan sekitar $1.52. Meskipun demikian, lonjakan volume perdagangan 24 jam yang signifikan menjadi lebih dari $316 juta menunjukkan adanya peningkatan minat dari peserta pasar. Data derivatif juga mengungkapkan sentimen yang membaik, dengan minat terbuka pada kontrak berjangka NEAR yang meningkat hampir 1%, mencapai sekitar $226 juta, di mana bursa utama seperti Binance dan Bybit menyumbang sebagian besar angka tersebut. Meskipun ada tekanan teknis karena NEAR masih diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 50 hari dan 200 hari, peningkatan aktivitas ini mengindikasikan optimisme jangka pendek dari para pedagang.

Meskipun berita ETF Grayscale merupakan perkembangan besar bagi NEAR, kondisi pasar yang lebih luas cenderung bearish di tengah ketegangan perdagangan global dan konflik yang sedang berlangsung. Faktor-faktor makroekonomi ini sering kali menekan potensi kenaikan besar di pasar kripto secara keseluruhan. Bagi investor di Indonesia, penting untuk terus memantau tidak hanya perkembangan spesifik terkait ETF ini tetapi juga dinamika ekonomi dan geopolitik global yang lebih luas, karena keduanya akan sangat memengaruhi prospek investasi aset digital di masa depan.

Secara keseluruhan, pengajuan ETF spot NEAR oleh Grayscale merupakan langkah maju yang signifikan bagi ekosistem aset digital. Ini tidak hanya berpotensi menyederhanakan akses investasi bagi banyak pihak tetapi juga mengukuhkan posisi NEAR Protocol sebagai salah satu aset kripto terkemuka di pasar. Meskipun perjalanan menuju persetujuan mungkin masih panjang, inisiatif ini mencerminkan tren yang tak terhindarkan menuju integrasi aset digital yang lebih dalam ke dalam sistem keuangan global, termasuk potensi dampak positif bagi lanskap investasi di Indonesia.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org