Shiba Inu di Ujung Tanduk: Akankah Harga Bertahan atau Anjlok?

Grafik teknikal Shiba Inu menunjukkan harga mendekati zona dukungan penting, dengan indikator momentum yang lemah, mengisyaratkan potensi penurunan tajam.
Key Points
  • Shiba Inu (SHIB) tengah diperdagangkan di dekat level dukungan kritis, dengan risiko penurunan signifikan jika level ini tidak mampu dipertahankan.
  • Setelah reli singkat di awal Januari, SHIB telah kehilangan sebagian besar kenaikannya dan kini menunjukkan momentum pasar yang melemah.
  • Indikator teknis seperti rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) dan Relative Strength Index (RSI) menunjukkan tekanan jual yang berkelanjutan.
  • Meskipun aktivitas derivatif SHIB mendingin, pasar derivatif on-chain secara keseluruhan masih menunjukkan volume yang kuat.

Pasar kripto selalu penuh dengan dinamika yang menarik, dan Shiba Inu (SHIB), salah satu aset kripto meme terbesar, kembali menjadi sorotan. Saat ini, SHIB berada dalam posisi yang genting, diperdagangkan tepat di atas area dukungan sempit yang menjadi penentu antara koreksi harga biasa atau potensi anjlok yang lebih dalam. Para analis pasar telah memperingatkan tentang level ini selama berminggu-minggu, menyoroti betapa krusialnya area ini bagi keberlanjutan tren harga SHIB.

Fenomena kripto meme seperti Shiba Inu telah menarik perhatian luas, termasuk di Indonesia. Banyak investor lokal tertarik pada potensi keuntungan cepat, namun perlu diingat bahwa volatilitas yang tinggi juga berarti risiko yang besar. Kondisi SHIB saat ini menggambarkan dengan jelas sifat pasar kripto yang fluktuatif, di mana sentimen dan analisis teknis memainkan peran vital dalam pergerakan harga.

Analisis Teknis Harga Shiba Inu: Di Ambang Batas Kritis

Menurut data terbaru, harga Shiba Inu diperdagangkan di sekitar angka $0,0000077. Meskipun sempat mengalami kenaikan sekitar +4% dalam 24 jam terakhir pada saat laporan ini disusun, koin ini masih mencatat penurunan sekitar -15% selama seminggu penuh. Penurunan ini telah menghapus sebagian besar keuntungan yang diperoleh SHIB di awal Januari, menempatkannya kembali dalam apa yang para pedagang sebut sebagai "zona bahaya".

Zona bahaya ini mengacu pada pita dukungan utama yang diidentifikasi antara $0,00000614 dan $0,00000725. Level ini, yang sebelumnya merupakan titik terendah siklus, sangat penting untuk dipertahankan agar struktur pasar SHIB tetap utuh. Jika SHIB gagal mempertahankan area ini, risiko penurunan dua digit menjadi sangat nyata. Harga telah tergelincir melewati sebagian besar keuntungan awal Januari, dari sekitar $0,00000691 menjadi $0,00001009, dan kini telah menyerahkan sebagian besar pergerakan tersebut.

Pada grafik empat jam, SHIB telah terdorong ke zona retracement Fibonacci 0,786. Ini mengindikasikan tekanan jual yang kuat setelah reli yang gagal. Indikator momentum juga menunjukkan kelemahan; Relative Strength Index (RSI) 14 telah turun ke ujung bawah pita, berada di sekitar 27-31. Kisaran ini menunjukkan minat beli yang lemah dan tekanan turun yang stabil, meskipun sudah mendekati level oversold, namun belum memicu pembalikan yang signifikan.

Selain itu, harga SHIB terus bergerak dalam tren penurunan yang lebih luas yang dimulai pada akhir 2025. Terbentuknya titik tertinggi dan titik terendah yang semakin rendah selama berbulan-bulan merupakan pola bearish standar. Setiap upaya untuk pulih selalu terhenti di bawah rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) yang menurun. Pantulan terakhir kehilangan momentum setelah menyentuh EMA periode 50 dan 100, yang kini bertindak sebagai resistensi di sekitar kisaran $0,0000082 hingga $0,0000083.

Dinamika Pasar Derivatif dan Aktivitas On-Chain

Data dari pasar derivatif menunjukkan gambaran yang beragam. Minat terbuka futures SHIB berada di dekat $81,9 juta, dengan volume futures selama 24 jam terakhir sekitar $178 juta. Sementara itu, volume perdagangan spot hanya sekitar $29 juta di bursa-bursa utama. Angka-angka ini menunjukkan aktivitas spekulatif yang lebih lambat dan leverage yang lebih lemah.

Sekitar $154.000 dalam futures SHIB dilikuidasi dalam periode yang sama. Jumlah ini menunjukkan guncangan yang ringan daripada likuidasi besar-besaran yang digerakkan oleh kepanikan. Hal ini mungkin mengindikasikan bahwa meskipun ada tekanan jual, tidak ada eksodus besar-besaran dari investor.

Menariknya, meskipun aktivitas derivatif SHIB mendingin, pasar derivatif on-chain secara keseluruhan masih sangat aktif. Pertukaran desentralisasi (DEX) perpetual memproses sekitar $32,13 miliar volume dalam 24 jam terakhir, dengan minat terbuka perp aggregate mencapai sekitar $19,54 miliar di seluruh protokol yang dilacak. Aktivitas spot juga tetap kuat; DEX menangani sekitar $14,17 miliar volume spot harian, dengan volume 30 hari sekitar $293,43 miliar. Volume spot mingguan bahkan naik sekitar +22%, menunjukkan aktivitas on-chain yang stabil meskipun sentimen pasar mungkin sedikit melambat.

Implikasi Bagi Investor di Indonesia

Bagi para investor Shiba Inu di Indonesia, kondisi pasar saat ini menuntut kehati-hatian ekstra. Volatilitas adalah dua sisi mata uang: dapat memberikan keuntungan besar, tetapi juga kerugian yang signifikan. Memahami level-level kunci seperti zona dukungan $0,00000614-$0,00000725 sangatlah penting. Jika level ini ditembus, potensi penurunan harga yang lebih dalam akan terbuka lebar, yang bisa berdampak pada nilai portofolio.

Penting untuk tidak hanya terpaku pada pergerakan harga SHIB semata, tetapi juga memperhatikan sentimen pasar kripto secara luas dan dinamika on-chain. Meskipun SHIB menunjukkan tanda-tanda kelemahan, aktivitas di pasar DEX yang lebih luas tetap kuat, mengindikasikan bahwa masih ada minat dan modal yang berputar di ekosistem kripto. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam, mengelola risiko dengan bijak, dan tidak berinvestasi lebih dari yang mereka mampu untuk kehilangan.

Selain itu, jangan terpengaruh oleh euforia sesaat yang sering terjadi pada koin meme. Selalu utamakan analisis fundamental dan teknikal, serta pertimbangkan tujuan investasi jangka panjang Anda. Diversifikasi portofolio juga merupakan strategi yang bijak untuk mengurangi risiko yang terkait dengan satu aset tunggal.

Sebagai kesimpulan, Shiba Inu berada di persimpangan jalan penting. Kemampuannya untuk mempertahankan level dukungan krusial akan menentukan arah pergerakan harganya dalam waktu dekat. Kegagalan untuk bertahan berpotensi memicu koreksi yang lebih parah, sementara keberhasilan mempertahankan level tersebut dapat menjadi fondasi untuk potensi pemulihan di masa depan. Investor di Indonesia perlu memantau situasi ini dengan seksama dan membuat keputusan berdasarkan informasi yang komprehensif.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org