XRP Terpukul Tarif Trump: Dampak Perang Dagang pada Pasar Kripto

Ilustrasi digital yang menunjukkan logo XRP retak, menggambarkan volatilitas pasar kripto di tengah ketegangan perang dagang global.

Reli singkat XRP di awal Januari tahun ini praktis lenyap dalam hitungan hari. Pemicunya tidak lain adalah ancaman tarif terbaru yang dilontarkan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang kembali mengguncang pasar global, termasuk arena aset kripto.

Poin-Poin Penting
  • Reli awal Januari XRP menguap dalam hitungan hari akibat ancaman tarif terbaru Trump.
  • Penurunan harga XRP dipicu oleh ancaman tarif baru Presiden Trump terhadap beberapa negara Eropa terkait sengketa Greenland, yang menyebabkan penurunan tajam di pasar saham, komoditas, dan kripto utama.
  • Kekhawatiran akan konflik perdagangan global mendorong investor untuk mencari aset yang lebih aman, sehingga menekan token berisiko tinggi seperti XRP.
  • Meskipun terjadi kemunduran jangka pendek, analisis teknikal jangka panjang menunjukkan bahwa XRP berada dalam tren bullish yang utuh, dengan konsolidasi yang berpotensi menjadi fondasi untuk kenaikan signifikan di masa depan.
  • Para analis memperkirakan target harga XRP bisa mencapai $15-$20, mengindikasikan potensi kenaikan lebih dari 600% dari harga saat ini.

Dampak Ancaman Tarif Trump pada Pasar Kripto Global

Pada awal tahun 2026, harga XRP, aset kripto yang terkait dengan Ripple, sempat menunjukkan performa yang mengesankan. Namun, euforia tersebut tak berlangsung lama. Ancaman tarif baru dari mantan Presiden AS Donald Trump yang menargetkan beberapa negara Eropa terkait sengketa pembelian Greenland, telah memicu reaksi berantai di pasar keuangan global. Kebijakan ini tidak hanya menekan pasar saham dan komoditas, tetapi juga menyeret turun nilai mata uang kripto utama, termasuk XRP.

Keputusan Trump untuk mengaitkan tarif baru dengan upaya Washington mengakuisisi Greenland, sebuah langkah yang tidak terduga, kembali membangkitkan kekhawatiran akan gesekan perdagangan global yang lebih luas. Dalam konteks ini, para pedagang dan investor cenderung beralih ke aset yang dianggap lebih aman (safe-haven assets), sehingga memberikan tekanan jual pada aset-aset berisiko tinggi atau "high-beta tokens" seperti XRP.

Fluktuasi Harga XRP dan Respons Pasar Tradisional

Data pasar menunjukkan bahwa harga XRP dibuka di sekitar $1.88 pada 1 Januari 2026. Dalam beberapa hari pertama, harganya sempat melonjak di atas $2.00 dan bahkan hampir mencapai $2.40 pada 5–6 Januari, didorong oleh peningkatan arus masuk dana ETF (Exchange-Traded Fund) dan kembalinya partisipasi investor institusional. Namun, kondisi ini berbalik drastis setelah ancaman tarif Trump muncul. Harga XRP diperdagangkan di dekat $1.89 pada hari Selasa, turun sekitar 5% dalam 24 jam terakhir, kembali ke level yang terlihat pada awal tahun 2026. Secara keseluruhan, token ini telah kehilangan lebih dari 20% dari puncaknya di awal Januari yang berada di kisaran $2.35–$2.40.

Respons pasar tradisional terhadap ancaman tarif ini sangat nyata. Pasar saham AS mencatat sesi terlemahnya dalam tiga bulan; indeks S&P 500 anjlok sekitar 2.1%, Dow Jones turun sekitar 1.8%, dan Nasdaq merosot sekitar 2.4%. Pasar Eropa juga tidak luput dari dampak ini, dengan indeks FTSE 100 London dan DAX Jerman mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran para pedagang terhadap potensi konflik ekonomi yang lebih luas antara Washington dan sekutunya.

Dinamika Pasar Derivatif XRP dan Sentimen Investor

Penurunan harga XRP juga terlihat jelas pada pasar derivatifnya. Data dari CoinGlass menunjukkan adanya penarikan diri investor dari pasar derivatif XRP. Volume perdagangan berjangka (futures volume) XRP dalam 24 jam terakhir mencapai sekitar $5.7 miliar, sementara volume spot hanya di bawah $1.2 miliar. Meskipun volume perdagangan yang tinggi ini menunjukkan aktivitas pasar, total open interest yang mendekati $3.35 miliar dan sekitar $12.6 juta posisi yang dilikuidasi, mengindikasikan adanya pelepasan posisi secara terkendali daripada kepanikan jual yang masif.

Sentimen pasar secara keseluruhan juga menunjukkan kehati-hatian. Indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto (Crypto Fear and Greed Index) telah merosot ke zona "ketakutan ekstrem". Secara historis, zona ini sering kali menandai dasar atau titik balik penting bagi XRP dalam siklus pasar sebelumnya, menunjukkan bahwa kondisi saat ini mungkin menjadi peluang bagi investor jangka panjang.

Prediksi Harga XRP: Konsolidasi sebagai Fondasi Kenaikan?

Meskipun terjadi koreksi jangka pendek, analisis teknikal pada grafik mingguan XRP menunjukkan pola pergerakan sideway setelah reli kuat selama beberapa bulan. Harga XRP masih bertahan di atas area $2.00, bahkan setelah mengalami koreksi dari level tertinggi baru-baru ini. Tren yang lebih luas masih cenderung bullish, dengan formasi higher highs dan higher lows yang menunjukkan bahwa struktur pasar tetap utuh. Momentum jangka pendek memang mereda, namun belum ada indikasi yang jelas bahwa tren secara keseluruhan telah berbalik arah.

Analisis Para Ahli Terhadap Potensi XRP

Beberapa analis kripto tetap optimis terhadap prospek XRP. Steph Is Crypto, seorang analis pasar, menyatakan bahwa "hanya orang bodoh yang bearish pada $XRP di sini," mengacu pada pola pemulihan XRP dari kondisi serupa di masa lalu. Pandangan ini didukung oleh analis kripto Javon Marks, yang menyoroti grafik jangka panjang XRP yang menunjukkan pola "koil" klasik, di mana harga bergerak dalam rentang yang semakin sempit sebelum akhirnya mengalami ledakan volatilitas.

Menurut analisis Marks, XRP menghabiskan beberapa tahun membentuk pola koil yang ketat, dengan level tertinggi yang semakin rendah menekan dukungan yang meningkat dan volume perdagangan yang memudar seiring waktu. Tekanan ini akhirnya dilepaskan ke atas, mendorong harga XRP naik lebih dari 580% ke level tertinggi baru sepanjang masa. Menariknya, alih-alih berbalik setelah ledakan, XRP justru bergeser ke fase konsolidasi. Ini menandakan kelanjutan tren, bukan kelemahan. Pergerakan harga saat ini juga mendukung pandangan tersebut, di mana XRP bertahan di atas level resistensi lama yang kini berfungsi sebagai dukungan, menjaga tren bullish tetap utuh.

Marks meyakini bahwa pola seperti ini di masa lalu selalu menghasilkan reli yang berkepanjangan. Ia menambahkan bahwa "masih banyak potensi yang tersisa." Target minimumnya berada di antara $15 dan $20, yang berarti potensi kenaikan lebih dari 600% dari harga XRP saat ini jika pola tersebut terus berlanjut.

Relevansi untuk Investor di Indonesia

Bagi investor di Indonesia, gejolak pasar kripto global akibat ancaman perang dagang Trump ini menjadi pengingat akan pentingnya diversifikasi dan analisis yang cermat. Meskipun dampak langsung kebijakan AS mungkin tidak terasa secara instan di pasar domestik Indonesia, sentimen pasar global memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan investasi. Investor Indonesia perlu mencermati bagaimana aset-aset berisiko tinggi seperti XRP bereaksi terhadap ketidakpastian geopolitik dan ekonomi makro.

Dalam situasi seperti ini, pendekatan investasi yang disiplin, seperti rata-rata biaya dolar (dollar-cost averaging) atau strategi beli saat penurunan (buy the dip), dapat menjadi pilihan. Namun, keputusan investasi harus selalu didasarkan pada riset yang mendalam dan pemahaman akan profil risiko pribadi. Menganalisis pola historis dan pandangan para ahli dapat membantu investor Indonesia membuat keputusan yang lebih terinformasi, meskipun pasar kripto tetap volatil dan tidak dapat diprediksi sepenuhnya.

Kesimpulan

Meskipun XRP mengalami kemunduran signifikan akibat ancaman tarif Trump, analisis jangka panjang dan sentimen para ahli menunjukkan bahwa ini bisa menjadi fase konsolidasi sebelum potensi kenaikan besar. Investor di Indonesia dan di seluruh dunia perlu memantau perkembangan geopolitik dan ekonomi global secara ketat, mengingat dampaknya yang tidak terelakkan pada pasar aset digital. Dengan pemahaman yang tepat dan strategi yang matang, volatilitas pasar dapat diubah menjadi peluang.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org